y

KERIPIK PANGSIT MOCAF

Mocaf! Atau Modification Cassava Flour alias tepung cassava termodifikasi ini, sekarang lg naik daun. Terutama bagi mereka yg hobi masak-memasak di bagian per-baking-an. Konon, tepung mocaf ini bisa menjadi pengganti terigu. Kalo di tempatku, buat nyari Mocaf sbnernya gmpang2 susah. Di toko roti belum dijual. Tapi justru malah deket dg pabriknya. Nah, berhubung stok Mocaf masih banyak iseng2 bikin snack dari tepung ini.
Kali ini, aku mau bikin yang gurih (mengingat dari kemarin bikin kue yg manis2). Jatuhlah pilihan pada Keripik Pangsit Mocaf. Mau tau bagaimana membuatnya? Ini dia..!!

KERIPIK PANGSIT MOCAF
 
Bahan :
Tepung mocaf 250 gr
 Telur 1 butir, gunakan hanya kuningnya
 Mentega secukupnya
Garam secukupnya
Air 200 ml
Tepung tapioka (untuk taburan)
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:
1. Masukan tepung, kuning telur dan mentega kedalam satu wadah/baskom.
2. Larutkan garam kedalam air
3. Semua bahan diaduk menjadi satu, kemudian masukan air sedikit demi sedikit hingga habis. Kemudian adonan diuleni hingga kalis, atau tidak menempel di tangan.
4. Siapkan penggiling adonan, bagi adonan menjadi beberapa bagian agar mudah dalam menggilingnya.
5. Kemudian giling tiap bagian adonan tersebut hingga tipis, sambil ditaburi dg tepung tapioka. Potong membentuk persegi, segitiga, atau sesuai selera.
6. Goreng dalam minyak panas dengan api sedang hingga matang, angkat dan tiriskan.

Hasilnya gurih dan renyah. Bisa juga ditambah bawang biar lebih gurih. Menurut saya pribadi, rasanya justru lebih 'kaya' dibandingkan menggunakan tepung terigu biasa. Penasaran? Let's try!

Resep Perdana : Chocolate Chips Cookies

Salam teman2 tercintaku sekalian, kali ini Rembulan hadir lagi niih ^_^. Setelah cukup lama vakum dari per-blogging-an, akhirnya sekarang muncul lagi. Kali ini aku mau sharing ttg kegiatanku, setelah bbrapa waktu lalu sibuk ngulik kain flanel dg segala perlengkapannya mjd sebuah kerajinan tangan, maka utk sekarang ini aku lg hobiii bgt berada di bagian per-dapur-an alias masak memasak. Terkhusus masak kue2an. Maklum, beberapa peralatannya baru. Jadi...hihi, ya gt deh.

Nah, skrg aku mau sharing apa sih yg sudah aku masak? Disini, posisinya aku sedang dlm proses belajar. Jadi belum ahli, baru 'mendekati' bisa. Kalo ada yg belum sempurna ya harap maklum :D

Ini dia menu pertama yg aku buat, Chocolate Chips Cookies. Sekali lagi, namanya jg baru belajar. Jadi apapun bentuknya dan bagaimana rasanya yaa... sah-sah saja toh, hehe...

CHOCOLATE CHIPS COOKIES 

Bahan : 
100 gr butter/mentega 
75 gr brown sugar 
25 gr gula halus 
225 gr tepung terigu 
1 btr telur 
1/2 sdt baking powder 
1/2 sdt vanili 
75 gr choco chips/potongan coklat 

Cara Membuat : 
1. Campurkan mentega, brown sugar, gula halus, dan telur mjd satu. Mixer hingga rata. 
2. Masukkan tepung terigu, baking powder dan vanili bubuk. aduk dg spatula hingga kalis. 
3. Masukkan choco chips/potongan coklat, lalu aduk hingga semua tercampur rata. 
4. Bentuk bulatan lalu tekan sedikit, letakkan di atas loyang yg sudah disemir margarin. 
5. Masukkan ke dalam oven yg sudah dipanaskan terlebih dahulu dg suhu 180 derajat dan panggang slama kurang lebih 15-20 menit. 

Selamat Mencoba... ^_^

Flanel Craft Karyaku

Haaii, kawan blogger yang cantik2 dan cakep2 :D..
Ngomong-ngomong, aku punya hobi baru looh. Apa itu? Hmm, ijinkan aku cerita sedikit yaa..
Let's go!

Ini bermula dari 'keisenganku' di FB mengikuti suatu kompetisi. Di sana ada lomba artikel dan lomba poster. Event itu mengusung tema Pengusaha Muda. Yah, bisa dibilang begitu lah. Nah, poster dari para peserta itu adalah tentang usaha yang telah mereka miliki. Ada yang punya usaha sablon, camilan, loundry, les privat, dan lain-lain. Nah, ada sebuah poster yang menggelitik hatiku (cieh). Di sana terpampang gambar2 kue yang imut, lucu, seksi (loh?).

Aku pikir itu adalah usaha per-kue-an. Tapi setelah ditelaah, ternyata oh ternyata itu adalah usaha flanel craft. Tau kaan, kain flanel? Nah, tuh kain dijadiin semacam replika kue2an gitu. Nanti bisa dijadiin berbagai aksesoris, gantungan kunci, gantungan hp, gantungan tas, magnet kulkas dll. Jika masih penasaran, browsing aja ke mbah google banyak kok yg bahas tentang kreasi dari kain flanel.

Yaps, itulah hobi baruku. Kini, di rumah aku sibuk guntingin kain flanel buat dijadiin gantungan kunci. Merasa tertantang dengan berbagai bentuk kreasi dari kain flanel yang lucu dan imut2. Mau tau beberapa karyaku? Let's check this out...



Strawberry Cheese Cake
Ini dia karya pertamaku. Kalo jelek maklumlaah, namanya masih belajar. Tp kalo bagus, alhamdulillah yah.. :D

Chocolate Cake with Cream
Sepotong kue cokelat, yg rasanya pasti yummy. Tp sayangnya gak bisa dimakan :D

Mini Patty
Nah, ini dia yg paling disukai anak2. Mereka menyebutnya, Krabby Patty. Dikira punya Spongebob?

Donat dengan cream topping
Sebentuk donat dg fantasi lelehan krim di atasnya. Lalu diberi finishing touch dg fla rasa chocolate, vanilla dan strawberry. Yummy..

Selain kue2an, ada juga gantungan strawberry. Ini dia..
Bintik2nya dikit ya.. Nanti deh, aku tambahin biar rame ^^
Kemarin ada dua anak tetangga yang main ke rumah, aku kasih lah strawberry mungil itu ke mereka ^^

Karya terakhirku :D

Berpose dulu yaak ^^


Nah, itulah kawan sedikit dari buah 'keisenganku'. Ada yang mau dibuatin gantungan kunci?? ^_^

Sekedar Sapa ^^

Assalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh,

Hmm...rasanya sudah lamaa sekali saya tak menengok rumah kaca ini ya. Tentu bukan karena melupakan, hanya sedang tidak ingin menulis saja ^^. Hampir setiap hari saya tetap menengok blog ini, biasanya masih saja ada yang meninggalkan jejak di Pesan Singkat. Tapi sobat, sepertinya pihak shoutmix sudah membatasi pemakaian produknya secara free. Jadi, otomatis Pesan Singkat  yang tadinya terpampang dengan cantiknya di blog ini menghilang sudah. 

Sebagai si empunya blog yang baik hati, seharusnya segera mengganti produk tersebut dengan produk lain yang masih menyediakan secara free (dasar tidak modal ^^). Namun sobat, sungguh...saya sedikit kesulitan untuk memasang yang baru. Jika sobat ada informasi, mohon sharing yaa.. 

Masalah tidak terhenti sebatas buku tamu yang diblokir. Beberapa kali saya buka blog ini, eh...kok malah di direct ke ripway?? Ada apa ini yaa?? Usut punya usut, ternyata banyak juga kasus blog seperti itu. Lalu berkat membaca postingan seorang sobat blogger, ketemulah masalahnya. Ternyata ada sebuah script yang mengandung link ripway. Demi kenyamanan, akhirnya saya hapus script tersebut. Dan, taraaa...!!! Blog Goresan Qalbu kembali pulih ^_^.

Terakhir, doakan saya ya supaya tidak malas2 lagi utk menulis dan update blog yang sudah lama terdampar ini. Jujur, saya jadi malu. Begitu banyak blog2 baru yang lahir dan prestasinya sudah jauuhh melebihi blog yang sudah nenek2 ini.. xixixi.. Okeh, tetap semangat dan tetap istiqomah!! 

Salam ^_^

Semir Sepatu

Kuperhatikan seorang anak usia sekira 8-10 tahun itu. Anak laki-laki. Berbaju seragam, namun nampak sedikit kumal dan kedodoran. Kali kedua siang mataku mengekor apa yang ia lakukan. Tepat jam 11 siang dimana dapat kudengar pula bel istirahat sekolah dasar di depanku itu berbunyi. Seperti pertama kali, kulihat ia keluar dari sekolahnya dengan menenteng dua pasang sepatu hitam berukuran orang dewasa. Sepasang di kiri, sepasang lagi di kanan.

Terburu-buru, namun sangat hati-hati seolah barang bawaan yang ada di kedua tangannya itu bom waktu yang dapat meledak jika terjatuh atau pula terhentak. Sesaat kemudian, diangsurkannya dua pasang sepatu hitam yang tidak hitam itu kepada seorang tua yang cacat. Duduk di sebuah kios sempit di sudut sekolah. Di depan kios itu tertulis ‘SEMIR SEPATU’ dengan goresan cat kuning yang tidak rapi dan kian memudar.
Dengan tangkas orang tua yang tadinya kuduga, namun sudah pasti tukang semir sepatu itu melakukan tugasnya. Disambutnya dua pasang sepatu orang dewasa lalu menyulapnya sehingga menjadi hitam mengkilap. Bocah laki-laki yang sedari tadi kuperhatikan, duduk manis menunggu apa yang tukang semir sepatu itu kerjakan. Tanpa suara, tanpa banyak tingkah. Sesekali kulihat keduanya berdialog, namun sudah pasti tak kudengar sampai sini.


Setelah selesai, dengan segera bocah laki-laki tadi membawanya kembali ke sekolah. Entah mau dikembalikan kepada siapa sepatu-sepatu itu. Kali ini, lebih hati-hati.
***

Sudah genap lima hari kegiatan baruku sebagai detektif pengintai. Bukan penjahat yang kuawasi, namun hanyalah seorang bocah laki-laki yang setiap pagi kulihat pergi sekolah dengan berjalan kaki. Sebelum masuk kelas, satu kebiasaan anak itu yang membuatku tak bisa berfikir. Dia keluarkan sekotak bekal, kuduga, dari dalam tasnya. Lalu diberikanlah kepada seorang tua cacat yang menjadi penghuni kios kecil semir sepatu.

Siang jam istirahat mengantarkan beberapa pasang sepatu orang dewasa yang kumal ke kios kecil sudut sekolah untuk disemir. Belakangan kuketahui bahwa sepatu-sepatu itu adalah milik para guru.

Aku tidak tahu kenapa sang bocah mau melakukan pekerjaan itu. Dan kenapa pula sang guru tega meminta muridnya untuk mengantarkan sepatu-sepatu itu ke tukang semir. Namun sudah pasti hatiku bergumam, anak itu luar biasa. Sudah sangat mulia memperlakukan orang yang dalam hal ini memiliki kekurangan fisik. Siapa lagi kalau bukan sang penyemir sepatu yang kumaksud. Selain itu, dia juga punya sifat penolong. Buktinya mau-mau saja membantu para guru untuk mengantarkan sepatunya untuk disemir. Muridnya yang terlalu baik, apa gurunya yang terlalu malas??

Tak sampai disitu, sepulang sekolah anak itu lagi-lagi singgah di kios semir sepatu. Tak banyak omong seperti biasa, dikeluarkannya lipatan kertas bernominal dari dalam saku baju. Lalu diberikan kepada sang penyemir sepatu. Oh, itu upah untuk jasa semir sepatu dari guru. Itu yang kupikirkan. Ku yakin kau pun berpikiran seperti itu, kan?

Sesaat, anak itu melintas di hadapanku. Kupanggil.

“Dek, haus? Mau es?”

Yang ditanya sejenak mematung, lalu menghampiriku akhirnya.

“Makasih, Kak.”

“Kakak boleh tanya?”

“Tanya apa, Kak?”

“Emm… beberapa hari ini Kakak lihat kamu sering main di kios semir sepatu itu. Sambil bawa sepatu-sepatu orang dewasa. Itu punya guru, ya?”

“Iya, Kak,” jawabnya singkat sambil menghirup dalam-dalam es kelapa muda dengan sedotan.

“Oo, gitu. Kalau yang di dalam kios itu, itu tukang semir sepatu kan?” tak percaya aku menanyakan ini. Jelas-jelas ini pertanyaan bodoh.

Kulihat ia hanya mengangguk sambil terus menyedot es kelapa muda yang hampir habis.

“Kakak perhatikan, kamu baik sekali dengan orang itu. Maaf, orang itu cacat ya? Beruntung ya, masih ada orang yang baik seperti kamu. Kamu mau menolongnya dengan memberikan bekalmu setiap pagi. Siangnya kamu bantu dia nyari order semir sepatu. Kamu dapat upah berapa?” huhh… akhirnya tanya yang sedikit mengganjal di benakku selama ini berhasil kukeluarkan.

Kuperhatikan anak itu berhenti menyedot es. Lalu matanya menatapku tajam. Sambil perlahan senyumnya mengembang, dia menjawab tegas. Bukan keras, tapi tegas.

“Dia ayahku!”

Kulihat es kelapa di tangannya telah habis. Selanjutnya, ia berlalu…