Kau bunga ditamanku
Mekar dan kian mewangi
Menghiasi diriku
Dimanapun aku berada
Dilubuk hati ini
Engkau bidadari surgaku
Kepergianku dalam berjuang
Kau antar dengan doa dan senyuman
Pulangpun kau sambut dengan kemesraan
Kemuliaanmu yang penuh ketulusan
Pantaslah bila kuhargai dirimu
Sebagai bidadari syurgaku
Dirimu adalah ....
Anugerah Tuhan untukku
Yang pasti kan ku syukuri
Dan selalu kan kujaga
Anak-anak menjadi penghibur hati
Penentram jiwa
Membuatku rindu untuk berkumpul
Di syurga nanti
Semoga Allah kan mengabulkan
Kerinduan ini
Sehingga kita berkumpul bahagia
Selamanya ...
Tahu syair apa diatas? Itu adalah syair lagunya The Fikr yang berjudul ‘Bidadari Syurgaku’. Sebuah syair lagu yang sarat dengan doa, harapan dan syukur dari seorang ikhwan karena telah mendapatkan anugerah dari Allah. Bunga dihatinya yang selalu menemani dan mendo’akan dalam suka maupun duka, yaitu seorang bidadari syurga. Indah ya? Bagi yang kurang begitu minat dengan lagu-lagu mellow, lagu ini sepertinya sangat cocok. Dengan syair dan musik yang riang, tetapi tidak mengurangi kekhusyukan. Tidak seperti lagu yang hingar bingar memekakkan telinga.
Saya sendiri sangat suka dengan lagu ini, disamping lagu-lagu nasyid yang lain. Bila mendengar, seperti ada semangat baru. Dan tidak dipungkiri, setiap wanita yang mendengarkannya pasti ada rasa dan keinginan untuk menjadi object dari nyanyian tersebut. Betapa tidak??
Bicara soal nasyid, sekarang ini sudah merupakan genre musik yang tidak diragukan lagi. Banyak munsyid yang melanglang buana dengan nasyidnya. Banyak pula menerima penghargaan bergengsi dari berbagai pihak. Begitulah, nasyid adalah jenis musik yang sangat ideal (bagi saya). Bukan hanya sebuah nyanyian yang enak didengar, tapi juga sarat dengan do’a dan hikmah.